Pada masa dahulu tahun 1850 s/d 1880 pada jaman penjajahan Belanda di Indonesia Desa Malanggah mulanya hanya berupa hutan belukar dan pesawahan, kampung yang dipisahkan oleh kali yaitu kampung Sabrang dan kampung Haruyan. Pada masa itu Kepala Desa yang menjabat pertama di Desa Malanggah adalah Bpk. H. Suta, dengan berjalannya waktu dengan bertambahnya pemukim yang berdatangan dikedua kampung tersebut yaitu masyarakat dari kerajaan banten yang dulunya dipimpin oleh seorang Sultan yang dipimpin dari Sultan Syeikh Syarif Hidayatullah kemudian turun tahta kepada anaknya yaitu Sultan Syeikh Hasanudin Banten.
Setelah Bpk. H. Suta meninggal dunia jabatannya jatuh kepada anaknya yang sipatnya sementara dan kemudian dipimpin Kembali oleh H. Marjuk pada tahun 1880 s/d 1905 dan mempunyai wakil yang Bernama Bpk. Adung, kesibukan masyarakat pada umumnya pada masa itu yaitu berpropesi sebagai petani. Pada tahun 1905 kemudian jabatan Kepala Desa Jatuh kepada Bpk. H. Muhidi, dengan berkembang dan semakin meningkatnya jumlah penduduk kemudian kemudian Kepala Desa mempunyai inisiatif untuk merubah nama desa tersebut menjadi Desa Malanggah Haruyan. Akan tetapi banyak warga yang menolak dengan usulan tersebut dikhawatirkan ada perpecahan kemudian nama Desa tersebut diubah menjadi nama Desa Malanggah.
Setelah Bpk. H. Muhidi meninggal dunia pada tahun 1930 kemudian jabatan tersebut digantikan oleh Bpk. H. Sarbini dan mempunyai wakil (Sekdes) Bpk. Duljaya dengan berjalannya waktu Desa Malanggah mengalami kemajuan yang pesat sehingga masyarakat Desa Malanggah sangat Makmur sehingga Desa Malanggah menjadi sorotan mulai dari segi ekonomi, keamanan, dan penataan pemerintahannya. Pada masa jabatan Bpk. H. Sarbini juga mulainya dibentuk perkampungan-perkampungan yang dibawahi Desa. Banyak sekali perjuangan yang beliau berikan kepada Desa dimasa pemerintahannya.
Setelah Bpk. H. Sarbini meninggal dunia kemudian jabatannya jatuh kepada Bpk. H. Suntika yaitu pada tahun 1983. Kemudian Desa Malanggah mengalami penurunan bahkan masyarakat mengalami perpecahan dan hanya mampu menjabat selama 4 tahun kemudian beliau mengundurkan diri dikarenakan terserang penyakit setruk dan mengalami kelumpuhan yang berkepanjangan. Kemudian jabatan tersebut diserahkan kepada Bpk. Ratim hingga habis masa baktinya.
Pada tahun 1988 jabatan tersebut jatuh kepada Bpk. H. Ebi Ujaebi Hambali dan Desa Malanggah mengalami kemajuan Kembali dan Desa Malanggah dilintasi jalan raya yang menghubungkan ke Pamarayan dan Kabupaten Serang dan Rangkasbitung, dan jumlah penduduk Desa Malanggah semakin meningkat. Masyarakat mulai bergotong royong membagun Desa, mulai dari pembangunan sarana Ibadah dan sarana Pendidikan. Pada tahun 1989 dibangun juga Kantor Desa dan mengalami pemekaran Kecamatan yang tadinya Kecamatan Petir Menjadi Kecamatan Tunjung Teja dan menjadikannya Desa Malanggah yang membawahi 5 (lima Rukun Warga) dan 23 (dua puluh tiga) Rukun Tetangga.
Adapun pejabat Kepala Desa yang pernah menjabat sebagai berikut :