Profil Desa

~ Tentang Desa ~

Desa Malanggah

Desa Malanggah adalah salah satu desa di Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten yang berpenduduk 7179 jiwa. Secara geografis, batas Desa Malanggah adalah:

– Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Cireundeu dan Desa Cirangkong

– Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Kamuning dan Desa Tunjung Teja

– Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Bojong Catang

– Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Kubang Jaya

 

Desa Malanggah memiliki luas wilayah berikut ini

  1. Pemukiman : 710.79 hektar
  2. Pertanian/Perkebunan : 254.73 ha
  3. Ladang/tegalan : 440.04 ha
  4. Hutan :   ha,
  5. Sekolah : 3         ha,
  6. Jalan : 7.52    ha,
  7. TPU : 4   ha.

Sebagian besar luas wilayah Desa Malanggah diperuntukkan bagi permukiman penduduk, yaitu mencapai 710,79 hektar.

Desa Malanggah merupakan daerah dataran rendah yang dikelilingi persawahan dan perladangan. Sehingga warga Desa Malanggah  mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani.

Meski mayoritas warganya mengandalkan lahan pertanian, namun Desa Malanggah hingga kini terus berbenah untuk meningkatkan taraf hidup warganya.

Penghargaan Desa
We're making room for self care today with plan.
Potensi Utama Desa
We're making room for self care today with plan.
~ Perkembangan Pemerintah ~

Perkembangan Sejarah Desa

Pada masa dahulu tahun 1850 s/d 1880 pada jaman penjajahan Belanda di Indonesia Desa Malanggah mulanya hanya berupa hutan belukar dan pesawahan, kampung yang dipisahkan oleh kali yaitu kampung Sabrang dan kampung Haruyan. Pada masa itu Kepala Desa yang menjabat pertama di Desa Malanggah adalah Bpk. H. Suta, dengan berjalannya waktu dengan bertambahnya pemukim yang berdatangan dikedua kampung tersebut yaitu masyarakat dari kerajaan banten yang dulunya dipimpin oleh seorang Sultan yang dipimpin dari Sultan Syeikh Syarif Hidayatullah kemudian turun tahta kepada anaknya yaitu Sultan Syeikh Hasanudin Banten.

Setelah Bpk. H. Suta meninggal dunia jabatannya jatuh kepada anaknya yang sipatnya sementara dan kemudian dipimpin Kembali oleh H. Marjuk pada tahun 1880 s/d 1905 dan mempunyai wakil yang Bernama Bpk. Adung, kesibukan masyarakat pada umumnya pada masa itu yaitu berpropesi sebagai petani. Pada tahun 1905 kemudian jabatan Kepala Desa Jatuh kepada Bpk. H. Muhidi, dengan berkembang dan semakin meningkatnya jumlah penduduk kemudian kemudian Kepala Desa mempunyai inisiatif untuk merubah nama desa tersebut menjadi Desa Malanggah Haruyan. Akan tetapi banyak warga yang menolak dengan usulan tersebut dikhawatirkan ada perpecahan kemudian nama Desa tersebut diubah menjadi nama Desa Malanggah.

Setelah Bpk. H. Muhidi meninggal dunia pada tahun 1930 kemudian jabatan tersebut digantikan oleh Bpk. H. Sarbini dan mempunyai wakil (Sekdes) Bpk. Duljaya dengan berjalannya waktu Desa Malanggah mengalami kemajuan yang pesat sehingga masyarakat Desa Malanggah sangat Makmur sehingga Desa Malanggah menjadi sorotan mulai dari segi ekonomi, keamanan, dan penataan pemerintahannya. Pada masa jabatan Bpk. H. Sarbini juga mulainya dibentuk perkampungan-perkampungan yang dibawahi Desa. Banyak sekali perjuangan yang beliau berikan kepada Desa dimasa pemerintahannya.

Setelah Bpk. H. Sarbini meninggal dunia kemudian jabatannya jatuh kepada Bpk. H. Suntika yaitu pada tahun 1983. Kemudian Desa Malanggah mengalami penurunan bahkan masyarakat mengalami perpecahan dan hanya mampu menjabat selama 4 tahun kemudian beliau mengundurkan diri dikarenakan terserang penyakit setruk dan mengalami kelumpuhan yang berkepanjangan. Kemudian jabatan tersebut diserahkan kepada Bpk. Ratim hingga habis masa baktinya.

Pada tahun 1988 jabatan tersebut jatuh kepada Bpk. H. Ebi Ujaebi Hambali dan Desa Malanggah mengalami kemajuan Kembali dan Desa Malanggah dilintasi jalan raya yang menghubungkan ke Pamarayan dan Kabupaten Serang dan Rangkasbitung, dan jumlah penduduk Desa Malanggah semakin meningkat. Masyarakat mulai bergotong royong membagun Desa, mulai dari pembangunan sarana Ibadah dan sarana Pendidikan. Pada tahun 1989 dibangun juga Kantor Desa dan mengalami pemekaran Kecamatan yang tadinya Kecamatan Petir Menjadi Kecamatan Tunjung Teja dan menjadikannya Desa Malanggah yang membawahi 5 (lima Rukun Warga) dan 23 (dua puluh tiga) Rukun Tetangga.

Adapun pejabat Kepala Desa yang pernah menjabat sebagai berikut :

Tahun 1850 s/d 1880
Bpk. H. Suta sebagai Kepala Desa Malanggah
Tahun 1880 s/d 1905
Bpk. H. Marjuk sebagai kepala Desa dan sekertaris Bpk. Apung
Tahun 1905 s/d 1930
Bpk. H. Muhidi sebagai Kepala Desa dan Sekertaris Bpk. Adung
Tahun 1930 s/d 1983
Bpk. H. Sarbini sebagai kepala Desa dan sekertaris Bpk. Duljaya
Tahun 1983 s/d 1989
Bpk. H. Suntika sebagai Kepala Desa dan Sekertarisnya Bpk. Jasura
Tahun 1989 s/d 1995
Bpk. H. Ebi Ujaebi Hambali sebagai Kepala Desa dan Sekertarisnya Bpk. Hamid
Tahun 1995 s/d 2001
Bpk. H. Ebi Ujaebi Hambali sebagai Kepala Desa dan Sekertarisnya Bpk. Hamid
Tahun 2001 s/d 2007
Bpk. Antanus sebagai Kepala Desa dan Sekertarisnya Bpk. Hamid
Tahun 2007 s/d 2015
Bpk. Daman sebagai Kepala Desa dan Sekertarisnya Bpk. Hasim
Tahun 2015 s/d 2021
Bpk. Maman Haerul Iman sebagai Kepala Desa dan Sekertarisnya Bpk. Hasim 2015 s/d 2018 dan Naya Sarnaya 2018 s/d 2021
~ Misi & Visi ~

Keadaan masa depan

Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan Desa Malanggah ini dilakukan dengan pertisipatif, melibatkan pihak-pihak

Untuk mencapai tujuan dari Visi di atas maka disusunlah Misi sebagai langkah-langkah penjabaran dari visi tersebut di atas sebagai berikut :

Visi
" Terwujudnya masyarakat Desa Malanggah yang makhmur dan sejahtera di dukung dengan peningkatan sarana dan prasarana infastruktur menuju sumber daya manusia yang berkualitas"
Misi
1. menyelenggarakan pemerintah desa yang partisipatif, akuntabel, transparan, dinamanis dan kreatif
~ (****) ~

Potensi Desa

Potensi adalah adalah segala sumberdaya yang ada di desa yang dapat digunakan untuk membantu pemecahan masalah-masalah yang dihadapi oleh desa baik potensi sudah ada maupun potensi yang belum tergarap.

Sumber Daya Alam
1. Lahan Kosong 2. Belukar 3. Bambu 4. Perkebunan Rambutan 5. Sawah 6. Kebon 7. Palawija 8. Peternakan
Sumber Daya Manusia
1.. Aparatur Desa 2. BPD 3. Kelembagaan Desa 4. Kader Desa 5. KPMD 6. Kader Posyandu 7. Kader PKK 8. Pendamping Desa 9. Tenaga Pendidik dan Kependidikan 10. Tokoh Agama 11. Penyuluh Pertanian, Perkebunan, Perikanan,perternakan dll 12. Aparat Keamanan (Linmas) 13. Pemuda 14. Pengajian : 4 Kelompok 15. Arisan : 4 Kelompok 16. Kelompok Tani : 10 Kelompok 17. Gapoktan : 1 Kelompok
Pariwisata
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit
Pertenakan
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit
Cart

Tidak ada produk di keranjang.